PENYEBAB DAN DIAGNOSIS VIRUS CORONA
Penyebab Virus Corona (COVID-19)
Infeksi virus Corona
atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang
menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya
menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi,
virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti
pneumonia, Middle-East
Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory
Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus
Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui
bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular
COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
- Tidak
sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita
COVID-19 batuk atau bersin
- Memegang
mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh
benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
- Kontak
jarak dekat dengan penderita COVID-19
Virus Corona dapat
menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau
bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang
memiliki penyakit tertentu, perokok atau orang yang daya tahan tubuhnya
lemah, misalnya pada penderita kanker.
Karena mudah menular,
virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat
pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang
memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri
(APD).
Diagnosis Virus Corona (COVID-19)
Untuk menentukan apakah
pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami
pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang
memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga
akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau
diduga menderita COVID-19.
Guna memastikan
diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Rapid
test untuk mendeteksi
antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus
Corona
- Swab
test atau
tes PCR (polymerace chain reaction) untuk mendeteksi
virus Corona di dalam dahak
- CT
scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Hasil rapid test COVID-19
positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus
Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain.
Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 positif belum tentu menandakan bahwa
Anda mutlak terbebas dari virus Corona.
Komentar
Posting Komentar